Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya kan Bu ? salah satu caranya adalah dengan menegur sang anak ketika melakukan kesalahan supaya ia dapat belajar menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya. Tapi Bu, jangan sampai salah ya dalam menegur anak-anak ketika melakukan kesalahan. Memang sih setiap orang tua pasti memiliki caranya tersendiri dalam menegur anaknya, baik secara halus, ataupun dengan cara kasar. Namun, perlu diingat ya Bu, saat orang tua melontarkan perkataan-perkataan kepada anaknya, maka otomatis setiap perkataan yang ia dengarkan akan terekam oleh sistem saraf anak loh, sehingga dapat menjadi media pembelajaran yang kelak akan ia terapkan. Jadi alangkah baiknya diucapkan dengan kata-kata positif yaa Bu.
Nah, berikut ini ada tips dari dr. Aisyah Dahlan agar para Ibu selaku orang tua dapat mengetahui cara menegur anak dengan baik. Yuuk simak baik- baik yaa :
1. 30 detik menegur perilaku anak yang salah
Coba deh Bu mulai untuk menegur anak dengan kata-kata yang baik ya, tidak boleh dengan perkataan yang kasar dan juga tidak main tangan.
Contohnya seperti ini :
“Sayang, Ibu marah karena kamu pulang terlambat. Kan jadwal pulang sekolah kamu jam 2, tapi kenapa jam 6 baru pulang ? dan kamu juga gak bilang sama ibu nak, ibu kan khawatir.”
Dan jangan lupa ya Bu, buat anak jadi merasa bersalah agar tidak mengulangi kesalahannya lagi, seperti mengatakan bahwa Ibu khawatir kepadanya.
2. 30 detik memuji perilaku anak yang baik
Memang sih Bu, memuji anak dalam keadaan marah tidak mudah untuk dilakukan, karena harus meredakan amarah Ibu kan ? tapi cobalah Bu dengan membaca istighfar, kemudian pujilah anak dengan perkataan yang baik.
Contohnya seperti ini :
“Karena biasanya kamu pulang sekolah itu selalu tepat waktu nak dan kamu juga suka telfon ibu nak untuk mengabari, itu bagus nak.”
Nah, itulah tips 1 menit untuk menegur anak dari dr. Asiah Dahlan. Tapi Bu, jangan lupakan juga ya bagian yang terpentingnya, yakni memberikan anak kesempatan untuk berbicara ketika Ibu telah selesai menegur dan memujinya. Sebab pasti dia memiliki alasan mengapa bisa pulang telat, makanya Sang Ibu harus mendengarkannya. Serta ketika Sang anak melakukan klarifikasi dan kemudian ada sisi kesalahan dari orang tua, sebaiknya segeralah minta maaf yaa Bu.
Demikianlah tips-tipsnya, insya Allah dijamin anak akan nurut dan tidak mengulangi kesalahannya lagi. semoga bermanfaat.(*ran)